Flickr Images

Home » » Bergadang Mengakibatkan Kematian

Bergadang Mengakibatkan Kematian

Written By beritaserambi on Wednesday, 23 December 2015 | 00:14

Berita Serambi - Seorang post-doctoral di bidang Social Personality Psychology, Amie M. Gordon, Ph.D mengatakan bahwa depresi, mudah tersinggung, gampang marah merupakan akibat dari tidur terlalu malam. Dan sebenarnya masih banyak dampak negatif tidur terlalu malam. Nah setelah dirangkum ada 5 bahaya begadang bagi kesehatan tubuh.

1. Meningkatkan resiko terkena gangguan stroke


Tidur terlalu malam karena tuntutan pekerjaan dan keluarga merupakan pola hidup yang buruk. Jikalau tidak pandai mengatur waktu maka dapat memicu resiko penyakit jantung dan stroke.

Para ilmuwan di Warwick University mengatakan bahwa tidur kurang dari 6 jam akan meningkatkan resiko kematian akibat penyakit jantung hampir 50% dan meningkatkan resiko stroke sebesar 15%. Kesimpulan itu didapat setelah para peneliti mengamati 470.000 orang dari 8 negara selama 25 tahun. Waktu yang tidak singkat untuk menyimpulkan hal tersebut.

Nah coba sekarang ubah pola tidur kamu, usahakan tidur selama 7 – 8 jam. Jika lebih dari 9 jam juga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang lainnya.


2. Meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer


Begadang juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit Alzheimer. Meskipun sebenarnya penyakit ini memiliki banyak faktor lain, kurang tidur juga bisa membuat seseorang terkena penyakit Alzheimer.

Peneliti dari Belanda, Dr Jurgen Claassen mengatakan bahwa ketika kamu terjaga sepanjang malam hingga dini hari, amyloid beta (protein penyebab Alzheimer) tidak akan berkurang malah bisa jadi bertambah. Dengan adanya kamu tidur secara teratur, maka protein ini kadarnya akan terkontrol. Jika begadang ini dilakukan terus menerus amyloid beta ini akan mengendap dan suatu saat akan menyebabkan dirinya terserang penyakit Alzheimer.

Penelitian Dr Claassen dilakukan terhadap 26 pria paruh baya dengan kebiasaan tidur normal. Setelah itu, kadar protein mereka akan diukur menjelang, setelah dan jika kekurangan waktu tidur. Proses tersebut dilakukan dengan cara memasukkan kateter pada tulang punggung untuk mengambil sampel cairan otak.

Hasilnya menunjukkan bahwa pria yang tidur nyenyak pada malam harinya memumpunyai kadar amyloid beta 6 persen lebih sedikit daripada sebelum tidur. Sementara itu, mereka yang tidak tidur alias begadang tidak memiliki perubahan kadar amyloid beta.


3. Memicu Hipertensi

Sebuah riset terbaru mengindikasikan orang-orang yang sering begadang memiliki kemungkinan hipertensi. Para ilmuan Henry Ford Hospital dari Detroit yang melakukan riset tersebut. Menurut peneliti jumlah penderita hipertensi lebih besar terjadi pada orang dengan masalah insomnia, atau sering begadang (gangguan tidur) dibanding dengan mereka yang tidur normal. Menurut Christoper Drake, dari Ford Hospital Sleep Disorders and Research Center dan peneliti utama studi ini, penyebab hipertensi pada penderita insomnia, karena beberapa kali mereka sering terbangun di malam hari dan juga mereka butuh waktu untuk bisa tidur kembali. Bahkan mereka juga butuh waktu panjang untuk bisa bertransisi mulai dari terjaga penuh hingga tertidur.

Dalam penelitian lebih lanjut yang dilakukan pusat nasional untuk penelitian gangguan tidur di National Institutes of Health, sekitar 30 sampai 40 persen orang dewasa memiliki gejala insomnia, dan sekitar 10 sampai 15 persen orang dewasa menderita insomnia kronis. Dampaknya hipertensi semakin parah. Hasil penelitian tersebut juga dibahas secara khusus dalam pertemuan tahunan Associated Profesional Sleep Societies di Boston.


4. Memicu Diabetes

Banyak begadang ternyata bisa menjadi pemicu penyakit diabetes lho. Sebuah riset yang dilakukan oleh University of Chicago di Amerika Serikat menyatakan bahwa keseimbangan metabolisme tubuh akan terganggu bila begadang minimal 3 hari berturut-turut.

Banyak begadang akan berdampak pada sekresi hormon insulin yang tidak sempurna sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi hanya menumpuk di dalam darah.

Tingginya kadar gula dalam darah itulah yang menyebabkan diabetes melitus. Oleh sebab itu, tidur yang cukup harus dijalankan secara konsisten karena sangat berkaitan erat dengan metabolisme tubuh, nafsu makan, pengurangan resiko diabetes dan kebugaran tubuh.

Eva Van Cauter pernah melakukan penelitian terhadap beberapa responden yang bertubuh sehat dan berusia antara 20-31 tahun. Semua responden ditempatkan di laboratorium untuk menginap dengan jumlah jam tidur teratur dari jam 23.00-07.30 selama lima malam berturut-turut.

Pada dua hari pertama, semua responden tersebut dibiarkan tidur nyenyak. Dan mulai hari ketiga, kemudian diletakkan pengeras suara yang memperdengarkan suara rendah ketika para responden tersebut sedang tertidur nyenyak.

Meskipun suaranya rendah, namun ternyata suara tersebut mengurangi kualitas tidur nyenyak menjadi 90%. Suara rendah itu telah membawa mereka kembali dari fase tidur nyenyak ke fase tidur ringan.

Hasilnya, sensitivitas insulin pada responden menurun menjadi 25%. Kondisi kurang tidur membutuhkan banyak hormon insulin untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Jika jenis makanan sama namun jumlah jam tidurnya berkurang maka kadar glukosa darah menjadi naik 23%.

5. Mengganggu Metabolisme Tubuh


Begadang dapat mengganggu metabolisme di dalam tubuh. Karena pada saat kamu tertidur lelap, tubuh akan melakukan proses detoksifikasi tubuh. Jika kamu begadang terus? Kapan tubuh akan melakukan detoksifikasi?

Pengeluaran zat beracun dan sampah ini seharusnya dilakukan dalam keadaan tenang atau tertidur. Sesuai dengan jadwal diatas, begadang pada pukul 21.00-03.00 WIB dapat menyebabkan kerusakan hati. Hati adalah tempat pembuangan zat yang tidak bermanfaat bagi tubuh, oleh karena itu harus dibersihkan seoptimal mungkin.

Menunda tidur malam juga tidak baik untuk sistem kekebalan tubuh. Seperti organ yang lain, sistem antibodi juga perlu dibersihkan dan beristirahat agar dapat bekerja kembali secara optimal. Jika tidak, dapat dipastikan Anda akan lebih mudah terserang penyakit.

Selain itu begadang juga bisa membuatmu nambah jerawat lho..

kesimpulannya, akibat negetif yang bisa jadi berpotensi kronis dan mengakibatkan kematian. Nah masih mau begadang? Bahaya begadang nya ngga berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan ketika berobat lho. So, mau pilih yang mana?
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Website | Berita dan Ispiratif | Khabar Populer
Copyright © 2016. IKAPAS NISAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Khabarpopuler.com
Shared by Jejak Agama | Proudly powered by Site